Yoyoh Yusroh: Sumur Yang Tak Pernah Kering
Yoyoh Yusroh adalah sosok perempuan bersahaja yang dikenal sebagai “sumur yang tak pernah kering”—sumber teladan, energi, dan inspirasi bagi banyak orang. Ibu dari 13 anak ini dikenal kokoh, tegas, dan tak pernah lelah berjuang, baik dalam keluarga, masyarakat, hingga parlemen. Jejak amal, akhlak, dan ketulusannya membekas kuat bagi keluarga, para murid, rekan kerja, dan siapa pun yang pernah berinteraksi dengannya.
Meski dianugerahi 13 anak, kiprah Yoyoh Yusroh tak pernah surut. Ia aktif berdakwah, terlibat dalam perbaikan sosial, serta turut memperjuangkan lahirnya Undang-undang Anti Pornografi dan Pornoaksi. Di DPR RI, ia dikenal sebagai tokoh gigih yang tak pernah gentar membela hak-hak perempuan, anak-anak, serta rakyat Palestina.

Perjuangannya untuk Palestina menjadi salah satu ciri khas hidupnya. Ia berkali-kali menembus blokade, menggalang bantuan, dan menyuarakan keadilan di parlemen internasional. Kegigihan para ibu dan anak-anak Palestina—terutama semangat luar biasa mereka dalam menghafal Al-Qur’an di tengah peperangan—menjadi sumber inspirasi mendalam bagi dirinya.
Dari pengalaman itu, lahirlah tekad untuk mencetak generasi Qur’ani di Indonesia. Yoyoh Yusroh kemudian mendirikan Al-Qur’an Center Ummu Habibah, sebuah pesantren khusus putri di usia dini—masa emas anak ketika fitrah dan kecerdasan mereka berkembang pesat. Harapannya, para hafizhah cilik ini kelak menjadi wanita salehah yang menerangi masyarakat melalui ilmu, akhlak, dan cintanya kepada Al-Qur’an.
Baginya, kemenangan umat dan perbaikan negeri berawal dari melahirkan generasi yang memuliakan Al-Qur’an—generasi yang ia perjuangkan hingga akhir hayatnya.