Mau Tahu? Begini Sebaiknya Doa untuk Anak yang Baru Lahir

Mau Tahu? Begini Sebaiknya Doa untuk Anak yang Baru Lahir

Doa untuk Anak – Menjadi sebuah kebahagiaan bagi sepasang suami – istri yang dianugerahi anak. Sebab, kelahiran anak adalah momen-momen kebahagiaan, yang hendaknya tidak hanya membuat hati gembira namun juga dapat menambah keberkahan hidup kita. Karena itulah, menjadi penting bagi kita untuk mengiringi momen kebahagiaan ini dengan doa-doa pengharapan kepada Allah Yang Maha Pemilik segala.

Pertanyaannya, apa yang mestinya kita harapkan sebagai doa untuk anak? Apa yang hendaknya kita panjatkan sebagai doa untuk anak yang baru lahir? Inilah yang perlu kita cermati.

Bila kita menelaah al Quran dan Hadits, maka akan kita temukan beberapa lahfadz doa untuk anak. Misalkan doa untuk anak yang dihaturkan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Zakaria. Dalam surat Ash Shaffat ayat 100, Nabi Ibrahim berdoa: رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ (Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.) Sedangkan doa Nabi Zakaria diabadikan dalam surat Ali Imran ayat 38: رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ (Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.)

Kedua doa tersebut, mirip-miriplah permohonannya. Nabi Ibrahim memohon keshalihan bagi keturunannya, Nabi Zakaria memohon kebaikan bagi keturunannya. Keduanya adalah hal yang bisa membahagiakan orang tua. Sebab menurut Imam Al Qurthubi rahimahullah, “Tidak ada sesuatu yang lebih menyejukkan mata seorang mukmin selain melihat istri dan keturunannya taat pada Allah ‘azza wa jalla.” Maka, haturkanlah doa untuk anak yang memohon keshalihan serta kebaikan padanya.

Terkait doa Nabi Ibrahim tersebut, Imam Asy Syaukani rahimahullah mengatakan bahwa sebagaimana yang dikatakan oleh para ahli tafsir, maksud dari golongan orang-orang shalih adalah menjadi anak yang bisa menolong orang tuanya untuk semakin taat kepada Allah. Jadi bukan sekadar kebaikan bagi anak, melainkan yang lebih penting lagi adalah kebaikan bagi orang tuanya. Dan kebaikan itu adalah keselamatan dunia – akhirat.

Karena itulah, kita juga akan mendapati salah satu doa untuk anak keturunan yang diajarkan dalam al Quran adalah doa dalam surat Al Furqon ayat 74:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

Doa untuk Anak (1)

Kenapa Kita Perlu Haturkan Doa untuk Anak?

Setidaknya ada dua hal yang membuat kita perlu menghaturkan doa untuk anak. Pertama, karena anak akan menjadi salah satu penentu nasib hari akhirat kita. Kedua, karena doa orang tua kepada anak termasuk yang pasti dikabulkan.

Setidaknya itu yang terjelaskan dari dua riwayat hadits berikut:

Pertama; dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Jika anak Adam meninggal maka amalnya terputus, kecuali dari tiga perkara: Sedekah jariah, Ilmu yang bermanfaat, dan Anak sholeh yang berdoa kepadanya,” (HR. Muslim)

Kedua; dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tiga doa mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar), dan doa orang yang dizalimi,” (HR. Abu Daud)

Terkait hadits kedua, ada beberapa riwayat lainnya. Namun, intinya tetap salah satu doa yang mustajab adalah doa orang tua. Seperti riwayat dalam Sunan al Kubra-nya Imam Al Baihaqi, dengan matan haditsnya sebagai berikut: “Tiga doa yang tidak tertolak yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa dan doa seorang musafir.” Atau dalam Sunan Ibnu Majah, dengan matan: “Tiga doa mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang yang dizholimi, doa orang yang bepergian (safar) dan doa baik orang tua pada anaknya.

Doa untuk Anak (2)

Doa untuk Anak yang Baru Lahir

Secara khusus, mungkin tidak ada doa untuk anak yang baru lahir. Yang sering dilakukan oleh kita bila mendapat kabar kelahiran adalah cenderung mendoakan orang tuanya dengan doa yang dahulu diucapkan oleh Hasan Al Bashri. Doa tersebut yang ada pada kitab Adzkar-nya Imam An Nawawi sebagai berikut:

بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوْبِ لَكَ، وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ، وَبَلَغَ أَشُدَّهُ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ

Semoga Allah memberkahi untukmu anak yang diberikan kepadamu, dan engkaupun bersyukur kepada Sang Pemberi, dan dia dapat mencapai dewasa, serta engkau dikaruniai kebaikannya.

Tapi bila kita membuka Hadits, ada riwayat terkait doa untuk anak yang baru lahir dari Rasulullah. Sebagaimana diceritakan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu dan terdapat dalam Sunan Abu Dawud, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam membacakan doa perlindungan untuk kedua cucunya. Doanya sebagai berikut:

أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

Aku memohon perlindungan bagimu berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu, serta dari pandangan mata buruk.

Doa tersebut bisa kita adopsi sebagai doa untuk anak yang baru lahir. Bila hanya satu anak laki-laki, maka pembuka doanya أُعِيذُكَ (u’idzuka). Tapi bila satu anak perempuan, maka pembuka doanya أُعِيذُكِ (u’idzuki).

Adapula riwayat lainnya terkait doa untuk anak yang baru lahir, yaitu yang disampaikan oleh Rasulullah kepada seorang anak yang pertama lahir dalam Islam. Itulah bayi Abdullah, anak dari pasangan Zubair dan Asma binti Abu Bakar.

Dalam riwayat Shahih Bukhari, diceritakan bahwa Asma binti Abu Bakar yang sedang hamil itu turut berhijrah ke Madinah. Sesampainya di Quba’, lahirlah bayi yang dikandungnya. Lalu, ia membawa jabang bayi tersebut ke hadapan Rasulullah. Diletakkannya sang bayi pada pangkuan Rasulullah.

Rasulullah pun meminta kurma, lalu mengunyahnya dan sarinya dioleskan ke mulut sang bayi. Itulah makanan yang pertama kali masuk ke mulut bayi bernama Abdullah tersebut. Kemudian dituturkan dalam riwayat tersebut, Rasulullah mendoakan kebaikan dan keberkahan bagi Abdullah bin Zubair.

Kalau kita menelusuri masa-masa sebelum kehadiran Rasulullah, maka ada doa untuk anak yang baru lahir yang dipanjatkan oleh keluarga hamba shalih yang namanya diabadikan sebagai nama salah satu surat dalam al Quran. Yaitu keluarga Imran, yang ketika melahirkan anak perempuannya lalu berdoa sebagaimana diterakan dalam surat Ali Imran ayat 36:

أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Aku memohon perlindungan untuknya dan anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau, daripada syaitan yang terkutuk.”

Anak itu adalah Maryam, yang kemudian memiliki keturunan bernama Isa alaihissalam. Ia lahir dari keluarga mulia, dan mendapat doa mulia sejak kelahirannya. Doa itu adalah doa perlindungan dari syaitan yang terkutuk.

Jadi, setidaknya ada tiga hal yang dituntunkan sebagai doa untuk anak yang baru lahir. Pertama adalah Doa Memohon Perlindungan bagi anak yang baru lahir dari Syaitan dan Makhluk Jahat. Kedua adalah Doa Memohon Kebaikan bagi anak yang baru lahir. Ketiga adalah Doa Memohon Keberkahan bagi kehidupan yang akan dijalani oleh anak yang baru lahir.

Doa untuk Anak (3)

Penutup

Lepas dari doa untuk anak yang baru lahir tersebut, setidaknya doa untuk anak memang perlu dipanjatkan secara rutin oleh orang tua. Panjatkanlah doa untuk anak sebagaimana doa Bapak para Nabi (Ibrahim alaihissalam) dan doa Imam para Nabi (Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam).

Tirulah doa dalam surat Ibrahim ayat 35 dan 40:

رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الأَصْنَامَ

Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.”

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku.”

Tirulah pula doa Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam bagi Anas bin Malik, anak dari Ummu Sulaim:

اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ، وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ

Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, serta berkahilah apa yang engkau karuniakan padanya.

Setelah kita mencermati doa-doa dalam al Quran maupun Hadits tersebut, maka apapun doa untuk anak, intinya terdapat permohonan seperti dipesankan dalam surat Al Ahqaf ayat 15:

أَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي

Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku.”

 

disajikan oleh Irfan Azizi | Jakarta, 17 November 2017

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *