Sehari Bersama Sultan Abdülhamid II Han

Sehari Bersama Sultan Abdülhamid II Han

Sultan Abdul Hamid II Usmani

Sulit dipungkiri bahwa Sultan Abdülhamid II Han dapat mempertahankan keutuhan kekhilafahan Turki Utsmani selama 33 tahun, salah satunya, adalah karena kuatnya karakter serta ketajaman naluri politiknya. Oleh sebab itu buku yang menjadi rujukan tulisan ini berjudul “Potret Jenius Politik” tidaklah keliru.

➡️ Karakter beliau yang amat disiplin menjadikan intuisi dan wawasan politiknya tajam

Sultan Abdülhamid II Han terkenal sebagai pribadi yang ramah dan ketat menjaga kesehatannya. Beliau selalu beristirahat setelah shalat Isya dan bangun tidak lama serta mandi air dingin, shalat malam, dan setelah shalat subuh berjalan di tamannya sebelum kembali ke istana.

➡️ Tidak ada orang yang kuat dalam sejarah Islam kecuali dekat kepada Allah Ta’ala dengan amalan sunnah yaitu tahajjud/qiyamullail

Sarapan beliau tergolong sederhana untuk ukuran sultan yang juga khalifah ke-34 dari Turki Utsmani. Beliau rutin menyantap roti panggang dengan mentega, minum kopi ringan, sebutir telur, dan segelas susu. Hanya makan pagi yang beliau sempatkan bersama keluarga.

➡️ Menjaga kesehatan dan pola hidup, utamanya menjaga dari pola makan berlebihan adalah ciri utama orang shalih/shalihah pada umumnya

Setelah sarapan beliau bersiap untuk pekerjaan kekhilafahan dengan menemui tamu negara yang telah terjadwal pada hari itu. Aktivitas kenegaraan hanya berhenti untuk sholat Zuhur dan Ashr. Secara total, sultan menghabiskan rata-rata 15 jam sehari untuk urusan kekhilafahan.

➡️ Bekerja secara optimal dan selalu menjadikan urusan Ummat Islam di atas urusan pribadi

Setelah itu beliau beristirahat 1-2 jam dengan membaca buku di Perpustakaan Istana Yıldız yang koleksinya sekitar 10 ribu, (saya masih tertinggal 7 ribuan buku). Setelah sholat Maghrib beliau melanjutkan kegiatan kenegaraan berupa surat menyurat serta arsip penting lainnya. Beliau jarang makan malam, dan jika ia makan lebih sering makan malam sendiri dengan porsi yang amat sedikit.

➡️ Membaca adalah gizi untuk akal, sebagaimana sholat, dzikr, dan tilawatil Qur’an gizi untuk ruh, serta makanan yang halalan thayyiban gizi untuk badan

Beliau tidak pernah menyentuh minuman beralkohol sejak masih kecil, yang waktu itu menjadi trend di beberapa keluarga elit kekhilafahan yang sekuler. Beliau juga tidak pernah mencuri waktu untuk mendatangi kehidupan malam di kota İstanbul. Beliau memiliki protokol keputusan untuk hal-hal darurat dan memperbolehkan para pegawai istana untuk membangunkannya dalam hal yang amat mendesak.

➡️ Menghindari aktivitas yang sia-sia menjadi ciri ketawadhu’an, mutlak bagi setiap pemimpin

Beliau tidak pernah tidur di satu tempat yang sama secara berurutan. Hanya isteri-isterinya yang tahu jadwal beliau beristirahat malam.

➡️ Memiliki wawasan intelijen serta pengamanan diri dan keluarga juga mutlak perlu bagi para pemimpin Ummah

Pada kondisi tertentu saja, pekerjaan kekhilafahan boleh dibawa ke ruang keluarga. Lebih sering beliau, jika sangat mendesak, bekerja sampai larut malam di Çıt Kasrı bersama tamu atau pegawai istana. Biasanya hal seperti ini ketika hendak mengeluarkan deklarasi atau pengumuman kebijakan penting.

➡️ Mengerti kapan harus bekerja overtime dan kapan menjaga stamina

Ketika tuntutan pekerjaan kekhilafahan sedang ringan, maka Sultan Abdülhamid II Han menyempatkan memeriksa taman istana yang banyak ditumbuhi berbagai jenis flora dari luar wilayah Kekhilafahan Turki Utsmani. Beliau juga tercatat pandai menembak dan gemar berburu disamping keahlian utama beliau sebagai tuan kayu dan meubelair.

➡️ Memiliki keahlian khusus yang menunjang aktivitas utama yaitu da’wah ilalLaahi

Beliau juga rutin mengunjungi pabrik keramik dimana seluruh perabotan istana diproduksi guna menjaga keamanan dari para pembunuh bayaran, pusat pengrajin kayu dimana beliau membuat sendiri meubel di istana guna menjaga keamanan arsip istana, dan pusat kios jam yang beliau gemari.

➡️ Memiliki lingkungan yang mandiri dalam menjaga tugas negara

Beliau memiliki jadwal bermain bersama anak-anaknya dan memiliki kapal mainan bertenaga elektrik yang biasa dimainkan bersama mereka di kolam khusus istana Yıldız.

➡️ Seimbang untuk urusan keluarga, khususnya perhatian terhadap anak-anak

Agung Waspodo, sulit menghentikan tulisan tentang Turki walau sebenarnya dia sudah harus fokus tentang Napak Tilas Maroko-Spanyol untuk akhir Juni 2019

Depok, 29/30 Sya’ban 1440 Hijriyah

📚 Foto diambil dari buku Sultan II Abdülhamid Arşivi İstanbul Fotoğrafları, p. 181 (Abdullah Freres).

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10156838894928904&id=736403903

📚 Narasi sejarah dari buku Sultan Abdülhamid II – The Portrait of A Political Genius, Dr. Raşit Gündoğdu, Rumuz Publishing: 2019, pp. 186-187.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10157113354758904&id=736403903

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *