Musailamah Al Kadzzab dan Ar- Rajjal bin Unfuwwah

Musailamah Al Kadzzab dan Ar- Rajjal bin Unfuwwah

Musailamah Al Kadzzab dan Ar- Rajjal bin Unfuwwah

Banyak orang berkuasa lagi zalim tapi dikelilingi “semacam ulama,” tidak usah kaget!

Seputar Fitnah Nabi Palsu dan “Ulamanya”!
✅ Bagian Satu

فلما سمع مسيلمة بقدوم خالدا

📚 Ketika Musailamah si Nabi Palsu mendengar kedatangan (pasukan yang dipimpin) Khalid ibnil Walid al-Makhzumi Radhiyallahu’anhu,

عسكر بمكان يقال له عقربا في طرف اليمامة والريف وراء ظهورهم

📚 (Musailamah) mengatur barisan (pasukannya) di sebuah tempat yang dikenal sebagai Aqraba di pinggiran (kampung) al-Yamamah (basis nabi palsu), area pemukiman berada di belakang mereka,

➡️ Dalam taktik perang, menempatkan pasukan di luar pemukiman penduduk adalah persiapan untuk berperang dalam posisi bertahan namun siap bergerak dengan mobilitas yang dinamis.

و ندب الناس و حثهم فحشد له أهل اليمامة

📚 Kemudian (Musailamah) menyemangati penduduk serta membakar semangat mereka (dengan piawai) sehingga berkumpullah penduduk al-Yamamah,

➡️ Musailamah memiliki kharisma yang cukup kuat sehingga mampu memengaruhi penduduk sipil untuk memperkuat barisan pasukannya; kemungkinan sebagai milisi dengan kapabilitas militer yang lebih rendah.

وجعل علي مجنبتي جيشه المحكَّم بن الطفيل والرّجَال بن عنفوة بن نهشل

📚 (Musailamah) menggelar pasukannya (dalam) dua sayap, (satu dipimpin oleh) al-Muhakkam ibnith-Thufayl dan ar-Rajjal bin Unfuwah bin Nahsyal.

وكان الرجال هذا صديقه الذي شهد له أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: إنه قد أشرك معه مسيلمة بن حبيب في الأمر

📚 Ar-Rajjal ini adalah temannya (Musailamah) yang bersaksi (palsu) bahwa ia pernah mendengar sabda (yang tentunya palsu juga) dari Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam seolah berkata: “sungguh dia (Nabi) telah menyertakan Musailamah bin Habib dalam urusan (kenabian)”

➡️ Jadi Ar-Rajjal memberikan kesaksian palsu seolah Musailamah telah ditetapkan Nabi sebagai Nabi pendamping! 😡

وكان هذا الملعون من أكبر ما أضل أهل اليمامة، حتى اتبعوا مسيلمة، لعنهما الله

📚 Dan (ar-Rajjal) ini adalah orang terlaknat yang paling besar (perannya) menyesatkan penduduk al-Yamamah (dengan persaksiannya) sehingga (semakin banyak orang) yang terpukau-mengikuti Musailamah (dalam kesesatannya), semoga keduanya dilaknat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

➡️ Ar-Rajjal bin Unfuwah yang dahulu adalah seorang sahabat yang diutus Nabi Muhammad ShalalLaahu ‘alayhi wa Sallam untuk menyadarkan Musailamah atas kesesatannya, malah berbalik menjadi “ulamanya” Nabi Palsu dengan menjual “fatwa bathilnya” agar diangkat menjadi pembesar di samping Musailamah.

Agung Waspodo, menelusuri sedikit sampai ketemu apa yang sudah sering didengarnya dari kajian tapi tidak jelas detil rujukannya.

Alhamdulillah ada kesenangan tersendiri ketika diberiNya kesempatan membaca langsung dsri teks kitabnya. Jika membaca terjemahan, ada kalanya sebagian makna hilang; istilahnya “lost in translation” begitu. Maka dari saya menyemangati diri untuk terus berusaha membaca kitab Arab walau kadang pusing juga 😁 dengan berbagai kendalanya.

وقد كان الرجال هذا قد وفد إلى النبي صلى الله عليه وسلم وقرأ البقرة

📚 Ar-Rajjal pernah diutus kepada Nabi Muhammad ShalalLaahu ‘alayhi wa Sallam dan dia (menunjukkan kepiawaian) membaca Surah Al-Baqarah,

➡️ Waspada terhadap orang yang terlalu sering menunjukkan kebolehannya dalam bidang agama Islam untuk tujuan-tujuan tertentu yang masih samar, nastaghfirullah.

Keterangan lebih lengkap terdapat pada Tarikh ath-Thabari II: 276

وكان مسيلمة بصانع كلّ أحد ويتألّفه، ولا يبالي أن يطّلع الناس منه على قبيح، وكان معه (نهار) الرجال بن عنفوة

📚📚 Musailamah (selalu) memperlakukan baik setiap orang (yg ditemuinya, bahkan cenderung memuji berlebihan) oleh karena itu mereka menyukainya, dan masyarakat tidak menaruh perhatian (curiga) untuk mencari tahu (membongkar) sisi buruknya. Bersama (di sisi Musailamah) ada (mantan sahabat yang bernama) ar-Rajjal bin Unfuwah,

➡️ Kita diperintahkan untuk husnuzhan kepada manusia, apalagi yang beriman kepada Allah Ta’ala, namun tidak menjadikan lalai akan gelagat buruk dari siapapun; termasuk yang memiliki status keilmuan (para ulama).

وكان قد هاجر إلى النبي صلى الله عليه وسلم وقرأ القرآن وُفَقِّه في الدين

📚📚 Awalnya (ar-Rajjal bin Unfuwah) datang sebagai orang yg hijrah kepada Nabi Shallallahu ‘alayhi wa Sallam, dan (menjadi pandai) membaca al-Qur’an, (hingga) faqih/mendalam ilmunya tentang Islam,

➡️ Ujian dan godaan menimpa lebih keras pada mereka yang memiliki pengetahuan tentang agama Islam sebagaimana ganjaran kebaikannya pun tinggi untuk mereka yang berilmu.

Kembali ke teks Ibnu Katsir:

وجاء زمن الردة إلى أبي بكر فبعثه إلى أهل اليمامة يدعوهم إلى الله ويثبتهم على الإسلام

📚 Ketika datang masa Riddah (banyak suku Arab yg murtad sepeninggal Rasulullah) pada (masa kepemimpinan) Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu’anhu, (ar-Rajjal) diutus kepada penduduk al-Yamamah (sukunya Musailamah) untuk mengajak mereka (kembali) kepada Allah Ta’ala serta menguatkan (iman) mereka pada Islam

➡️ Jadi Ar-Rajjal mendapatkan tugas yang strategis yaitu menggunakan ilmunya untuk mengembalikan suku yang telah murtad! Sungguh sebuah jabatan yang mulai lagi berat!

Di dalam teks ath-Thabari:

فبعثه معلمًا لأهل اليمامة وليشغب على مسيلمة وليشدّد من أمر المسلمين

📚📚 Kemudian ar-Rajjal diutus (Abu Bakar) sebagai orang yang berilmu (ulama) bagi masyarakat al-Yamamah (untuk mengeluarkan dari kemurtadan) dan menimbulkan perpecahan di kalangan (pendukung) Musailamah serta menguatkan kedudukan Kaum Muslimin (sedikit yang masih setia dari penduduk setempat),

➡️ Ar-Rajjal bin Unfuwah telah dinilai memiliki kapasitas serta memenuhi persyaratan sebagai seorang alim yg mampu mengembalikan keislaman Suku al-Yamamah sendirian.

Kembali ke teks Ibnu Katsir:

فارتد مع مسيلمة وشهد له بالنبوة

📚 (Justru ar-Rajjal bin Unfuwah) murtad bersama dengan Musailamah dengan membenarkan (secara bathil) kebabian yang diklaim (Musailamah).

Dalam teks ath-Thabari:

فكان أعظم فتنة على بني حنيفة من مسيلمة

📚📚 Kemudian (justru ar-Rajjal bin Unfuwah) menjadi fitnah yang lebih besar menimpa Suku Hanifah (yang tinggal di daerah al-Yamamah) daripada (ketika klaim kenabian) Musailamah (belum mendapatkan pembenaran seorang mantan ulama).

➡️ Dari kedua teks di atas kita dapat menyimpulkan bahwa kekuasaan Musailamah begitu kuat sehingga dapat mengalahkan keilmuan ar-Rajjal. Bahkan kekuasaan pemimpin tersebut semakin kuat dengan legitimasi berupa pembenaran kenabian (palsu) yang ditempel oleh (mantan) ulama.

Agung Waspodo mengajak kita semua untuk waspada, siaga, serta tawakkal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Juga mengajak untuk lebih rajin lagi mempelajari Sirah Nabawiyah serta Tarikh Khulafa yang padat dengan peristiwa sejarah yang dapat dijadikan pelajaran berharga pada masa kini.

Alhamdulillah bisa dilanjutkan walau belum selesai juga, mudah-mudahan nanti bisa lanjut ke bagian ketiga, insyaAllah 🙏

Depok, 22 dan 23 Jumadil-Akhir 1440 Hijriyah

📚 Teks dari Ibnu Katsir, al-Bidayah wan-Nihayah, Jilid VI, halaman 320, Darul Kutub Ilmiyah, Kairo: 2003.
📚📚 Tambahan keterangan dari ath-Thabari, Jilid II, halaman 276-277, Darul Kutub Ilmiyah, Kairo: 2012

➡️ Penjelasan dari saya sesuai kebutuhan
Banyak Orang Baik Lagi Lurus Tetapi Rusak Karena Lingkungan yang Buruk!

Agung Waspodo

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *