Membaca dari Mushaf daripada Hafalan

Membaca Al Qur’an dari Mushaf lebih utama dari pada membacanya dengan hafalan karena memandang dalam Mushaf adalah ibadah yang diperintahkan, maka berkumpullah bacaan dan pandangan itu. Al Qadhi Husain dan Abu Hamid Al Ghazali menulis dalam Al Ihya bahwa banyak sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dulu membaca dari Mushaf. Mereka tidak suka keluar suatu hari tanpa …

lanjutkan>>

Membaca Al-Qur’an dengan Bahasa Arab dan Qira’ah yang Tujuh

Masalah ke-1 Tidak boleh membaca Al Qur’an dengan selain bahasa Arab, sama saja dia bisa berbahasa Arab dengan baik atau tidak bisa, sama saja di dalam shalat ataupun di luar shalat. Jika dia membaca Al Qur’an dalam shalat dengan selain bahasa Arab, maka shalatnya tidak sah. Ini adalah madzhab kami dan madzhab Imam Malik, Ahmad, …

lanjutkan>>

Larangan di Dalam Majelis Al Qur’an

Hal yang perlu diperhatikan dan amat ditekankan adalah memuliakan Al Qur’an dari hal-hal yang kadang-kadang diabaikan oleh sebagian orang yang lalai ketika membaca bersama-sama. Diantaranya menghindari tertawa, berbuat bising dan bercakap-cakap di tengah pembacaan, kecuali perkataan yang perlu diucapkan. Hendaklah dia mematuhi firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:  “Dan apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik …

lanjutkan>>

Ucapan Jika Membaca Ayat Rahmat dan Adzab

Diutamakan jika melalui ayat yang mengandung rahmat agar memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan apabila melalui yang mengandung siksaan agar memohon perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari kejahatan dan siksaan. Atau berdoa: “Ya Allah, aku mohon kesehatan kepada-Mu atau keselamatan dari setiap bencana.” Jika melalui ayat yang mengandung tanzih (penyucian) Allah Subhanahu wa Ta’ala maka dia sucikan …

lanjutkan>>

Membaca Al-Qur’an dengan Tartil

Hendaklah membaca Al Qur’an dengan tartil. Para ulama telah sependapat atas anjuran melakukan tartil. Allah berfirman: “Dan bacalah Al Qur’an itu dengan tartil.” (QS Al Muzzammil 73:4) Diriwayatkan dari Ummi Salamah Radhiyallahu ‘Anh bahwa dia menggambarkan bacaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai “bacaan yang jelas huruf demi huruf.” (Riwayat Abu Dawud, Nasa’i dan Tirmidzi. Tirmidzi berkata: …

lanjutkan>>

Berusaha Menangis Saat Membaca Al-Qur’an

(Disunnahkan) menangis ketika membaca Al Qur’an. Telah diterangkan dalam dua fasal yang terdahulu [baca: Khusyu’ dan Mengulang-ulang Bacaan Al-Qur’an] berkaitan dengan hal-hal yang menimbulkan tangis ketika membaca Al Qur’an. Menangis ketika membaca Al Qur’an merupaan sifat orang-orang yang arif dan syiar hamba-hamba Allah Yang shaleh. Allah berfirman: “Dan mereka menyukur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah …

lanjutkan>>

Khusyu’ dan Mengulang-ulang Bacaan Al-Qur’an

Khusyu’ dan Merenungi Bacaan Jika mulai membaca, hendaklah bersikap khusyu’ dan merenungkan maknanya ketika membaca. Dalil-dalilnya terlalu banyak untuk dihitung dan sudah masyur serta terlalu jelas untuk disebut. Itulah maksud yang dikehendaki dan dengan demikian itu dada menjadi lapang serta hati menjadi tenang. Allah Azza wa jalla berfirman: “Apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an?” (QS …

lanjutkan>>

Membaca Al-Qur’an dalam Keadaan Bersih dan Bersuci

Boleh dikatakan bagian inilah merupakan tujuan utama penulisan kitab ini, sehingga banyak hal yang mesti dipersoalkan dengan lebih teliti dan mendetail untuk memperoleh kejelasan yang sempurna. Dengan segala usaha, saya coba menjelaskan beberapa hal dari tujuannya dengan menghindari pembahasan yang panjang lebar, supaya tidak menjemukan pembaca. Sebab orang yang membaca Al Qur’an sudah sepatutnya menunjukkan …

lanjutkan>>